Dinas PMD Kebumen Dukung Penguatan Pencegahan Penyakit Zoonosis
Dinas PMD Kebumen Dukung Penguatan Pencegahan Penyakit Zoonosis
KEBUMEN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kebumen menghadiri pembentukan Tim Koordinasi Daerah (TIKORDA) Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru (PIB) di Kabupaten Kebumen, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, sehingga kesehatan masyarakat dapat lebih terlindungi.
Pembentukan TIKORDA melibatkan berbagai unsur terkait untuk menyinergikan peran dan tanggung jawab dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit zoonosis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber ahli, yaitu drh. Wahyu dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen serta Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Wilayah Yogyakarta. Materi yang disampaikan mencakup pemetaan status dan kerawanan penyakit serta langkah strategis pencegahan dan pengendaliannya.
Dalam rancangan Surat Keputusan (SK) TIKORDA, Kepala Dinas PMD Kabupaten Kebumen direncanakan menjadi anggota pelaksana, sedangkan Kepala Bidang Aparatur Pemerintahan Desa dan PLK ditunjuk sebagai Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Surveilans Berbasis Masyarakat. Peran ini menjadi bagian penting dalam memperkuat keterlibatan masyarakat dan pemerintah desa dalam mendeteksi serta melaporkan indikasi penyakit secara dini.
Berdasarkan pemetaan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Kebumen saat ini berstatus bebas rabies. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat yang mengalami gigitan anjing, monyet, atau kucing diimbau segera mencari pertolongan medis dan melaporkan kejadian tersebut agar memperoleh pemeriksaan serta penanganan sesuai prosedur.
Selain rabies, perhatian juga diberikan terhadap antraks, flu burung, leptospirosis, dan brucellosis. Dalam pemaparan, status antraks di Kebumen disebut masih terduga, dengan titik kerawanan yang teridentifikasi di Pasar Hewan Gombong dan Pasar Hewan Kebumen. Kasus positif flu burung pada hewan juga pernah ditemukan di Kecamatan Ambal dan Gombong pada 2022 dan 2024. Sementara itu, sampel positif leptospirosis pada hewan pernah terdeteksi di Kecamatan Karanggayam pada 2023.
Masyarakat, khususnya peternak, juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada ternak. Apabila ditemukan ternak mengalami keguguran, terutama pada masa kebuntingan tua, pemilik ternak diminta segera melapor ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Melalui pembentukan TIKORDA, koordinasi antara perangkat daerah, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Dinas PMD Kabupaten Kebumen berharap keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam surveilans berbasis masyarakat dapat mendukung deteksi dini, mempercepat pelaporan, serta mencegah penyebaran penyakit. Dengan kewaspadaan dan kerja sama seluruh pihak, kesehatan masyarakat dan keamanan sektor peternakan di Kabupaten Kebumen diharapkan semakin terjaga.
