Gerakan "Pakai Masker Untuk Semua" oleh Pemerintah Indonesia
Gerakan "Pakai Masker Untuk Semua" oleh Pemerintah Indonesia
Sejak tanggal 5/4/2020 Gerakan "Masker Untuk Semua" oleh Pemerintah Indonesia... Untuk masyarakat umum bisa pakai masker kain.... Untuk Tenaga Kesehatan pakai masker bedah dan masker N95...
Bukan cuma ‘stay at home’, harus mengkampanyekan ‘stay to wear mask’... Pasien Infeksius Corona "Tertahan Masker"
Adapun masker bedah dan masker N95 khusus untuk Tenaga Kesehatan.... Untuk masyarakat umum sebaiknya pakai 'Masker sederhana' yang dapat dicuci mandiri dan dipakai ulang (reusable) setiap 6 - 8 jam pemakaian.
Gerakan "Masker Untuk Semua" dipakai dengan benar secara konsisten dan kompak oleh seluruh penduduk Indonesia mulai dari keluar rumah sampai masuk rumah lagi.
Pemerintah telah mengambil kebijakan ‘mewajibkan’ masyarakat menggunakan masker hingga pandemi covid-19 atau SARS-CoV2 ini secara global benar berakhir.
Keberhasilan ‘masker untuk semua’, demi mencegah yang pakai masker menghisap droplet infeksius. Tetapi juga membuat orang yang infeksius baik simtomatik maupun asimtomatik dropletnya tertahan di balik maskernya... Jadi pencegahan tak jatuh korban.
Sehingga droplet infeksius tidak bertebaran di mana-mana. Pakaian, benda, dan lingkungan sekitar terhindar percikan droplet sehingga kemungkinan kontak transmisi lebih rendah.
Efek lanjutannya adalah masker yang digunakan oleh individu sehat menjadi semakin efektif akibat sisa droplet yang bertebaran sudah sangat minimal.
Kalau masker hanya dipakai pada yang simtomatik (batuk demam dll) maka akan banyak ‘kecolongan’ droplet dari yang asimtomatik.
‘Stay To Wear Mask’ atau ‘Masker Untuk Semua’ dapat menjadi solusi bersama tentunya dengan physical distancing serta pembatasan aktivitas.
Gerakan "Pakai masker untuk semua "
Ayoo pakai masker bila keluar rumah,
Masker kain pun bisa masyarakat gunakan
Ayoo lindungi diri kita dan orang lain
#Ayooputusrantaicovid19
#Bersamakitalawancorona
#Dispermadesp3aKabKebumen
