Harmonisasi Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19
Harmonisasi Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19
Dispermades P3A Kabupaten Kebumen hadir mengikuti Rakor Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tingkat Provinsi di Jepara (2-3/9/21). Rakor yang diselenggarakan selama dua hari tersebut mengusung tema "Harmonisasi Pemberdayaan Masyarakat di Jawa Tengah dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19".
Kepala Dispermades dan Dukcapil Provinsi Jawa Tengah, Sugeng Riyanto dalam sambutannya menyampaikan upaya pemberdayaan masyarakat dan desa tidak boleh berhenti meskipun pandemi ini belum berakhir. Berbagai upaya digitalisasi dan pemanfaatan teknologi informasi memang menjadi pilihan yang sangat efektif-efisien. Namun, upaya-upaya tersebut harus tetap memperhatikan kewenangan dan hierarki, sehingga tercipta kolaborasi efektif.
Karena dengan teknologi informasi menurut Sugeng Riyanto, Pemerintah pusat dapat langsung menjangkau desa sekalipun secara langsung. Begitu juga, dengan memanfaatkan aplikasi, desa dapat melaporkan kegiatanya ke Pemerintah pusat. Namun, menurut Sugeng lagi, proses pembangunan sebenarnya bukan itu saja. Pembangunan harus menumbuhkan keharmonisan pusat dan daerah, provinsi dengan kabupaten/kota, kabupaten dengan kecamatan mendampingi desa. Sehingga desa tidak merasa tergagap- gagap ketika menerima program dari Pusat. Karena harus diakui, bahwa keadaan infrastruktur dan SDM di tingkat desa sangat terbatas" papar Sugeng Riyanto.
Sementara itu, di hari ke 2 para peserta mengikuti Rakor Replikasi Program Desa/Kelurahan Dampingan di Jawa Tengah. Acara ini diselenggarakan secara virtual via zoom meeting dari ruang pertemuan hotel Sekuro Village Beach Hotel-Jepara. Rakor replikasi dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah dilanjutkan penyampaian materi oleh Sekda, Bappeda, Dinas Sosial dan Dinas Permades Prov. Jawa Tengah. Acara diselenggarakan dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah.
