Zoom Meeting pada acara Diseminasi hasil penandanaan, pelacakan, evaluasi, anggaran intervensi gizi pada kabupaten/kota dalam mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Zoom Meeting pada acara Diseminasi hasil penandanaan, pelacakan, evaluasi, anggaran intervensi gizi pada kabupaten/kota dalam mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kebumen yang diwakili oleh Bidang Aparatur Pemerintahan Desa dan Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan pada hari Selasa, 25 November 2025, mengikuti Zoom Meeting pada acara Diseminasi hasil penandanaan, pelacakan, evaluasi, anggaran intervensi gizi pada kabupaten/kota dalam mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Acara dibuka oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, S.H. dalam sambutannya, beliau mengnformasikan bahwa di wilayah bogor sudah terdapat aplikasi bernama “Bestie (bogor bebas stunting)” bentuk kolaborasi wali kota bogor dengan bapperida dan kominfo kota bogor. Aplikasi ini sebagai wadah untuk menyambungkan antara donatur dengan penerima manfaat. Pemerintah daerah dapat melakukan monitoring secara langsung updating setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Dari 9 indeks yang mempengaruhi penurunan stunting, terdapat satu faktor yang paling mempengaruhi penurunan stunting yaitu faktor air, sanitasi, lingkungan dan Kesehatan
Makan Berigizi gratis yang merupakan program unggulan pemerintahan presiden prabowo saat ini merupakan salah satu program yang berpengaruh dalam penurunan stunting, karena dapat memberikan peningkatan gizi bagi penerima manfaat, pengurangan kemiskinan, peningkatan partisipasi pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal seperti pemanfaatan bahan pangan lokal dan peningkatan kesejahteraan petani
Tahun 2025 anggaran utuk kesehatan sebesar 218,5T dengan program tersebar penurunan stunting. Sementara di tahun 2026 APBN yang dianggarkan oleh pemerintah pusat sebesar 508,2T (bidang kesehatan) sebagai wujud memperkuat pemberian perlindungan sosial akhir hayat.
Sebanyak 53% kabupaten/kota berada dalam kategori penyerapan sangat rendah pada tahun 2024, jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023. Penurunan tingkat penyerapan ini mengindikasikan bahwa meskipun alokasi anggaran meningkat pada tahun 2024, kemampuan daerah dalam menyerap anggaran justru menurun atau tidak diikuti dengan peningkatan kapasitas pelaksanaan
APBD 80% belanja intervensi spesifik kabupaten/kota diperuntukan untuk pemeriksaan kehamilan, logistik, pelayanan, alat kesehatan dan suplemen tablet tambah darah
Adanya dashboard aksi nyata dan dashboard web aksi bangda sebagai wujud untuk melihat perkembangan stunting dan transparansi penggunaan anggaran, serta mempermudah koordinasi dengan banyak stakeholder baik dari pusat maupun daerah yang datanya terpapar secara realtime.
